logo Informasi mengenai Proyek Papuaweb
honai/home page

Situs ini masih berada pada tahap awal pengembangan, walaupun di dalamnya telah terkandung berbagai materi hasil penelitian mengenai Papua, termasuk suatu bibliografi mengenai publikasi terkini Papua, suatu perpustakaan virtual, beberapa bibliografi beranotasi, dan suatu perpustakaan digital. Sebagian dari sumber-sumber tersebut telah dapat diakses pada situs ini. Yang lain akan dimasukkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hal terpenting bagi proyek ini adalah memasukkan dokumen-dokumen yang berasal dari Papua, terutama yang ditulis oleh para staf dan mahasiswa Unipa, Uncen, dan hasil karya para ahli/peneliti lainnya di Papua. Supaya proses ini dapat berlangsung dengan baik, dan agar situs ini terus dapat dikembangkan, proyek ini perlu segera pindah ke tahap berikutnya - yaitu merekrut staf Papuaweb di Unipa dan Uncen. Untuk alasan ini, proyek Papuaweb sementara mencari dukungan penyandang dana. Pihak-pihak yang tertarik untuk memberikan dukungan dana, atau dapat memberikan saran tentang sumber-sumber dana, mohon menghubungi infopapuaweb.org atau ke Rektor Uncen atau Rektor Unipa. Dukungan dana akan memungkinkan situs ini untuk terus memberikan pelayanan gratis dan akses tidak terbatas terhadap berbagai sumberdaya penelitian yang diperoleh dan disumbangkan ke situs ini.

Papuaweb mengakui bantuan dana untuk mempersiapkan bahan untuk situs ini dari the State, Society and Governance in Melanesia Project (SSGM), ANU.


Informasi lebih dalam mengenai Proyek Papuaweb
(dikutip dari proposal dana, Agustus 2002)

1.0 Ringkasan

Tulisan ini merupakan proposal pembiayaan untuk proyek berjangka waktu tiga tahun untuk membangun akses terbuka website dua bahasa (Indonesia dan Inggris) mengenai salah satu propinsipropinsi di Indonesia, yaitu PropinsiPropinsi Papua (Irian Jaya). Website ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan para peneliti baik yang berasal baik dari Papua maupun dari luar Papua. Proyek Papuaweb bertujuan untuk menghimpun dan menyajikan materi penelitian sejak masa lampau hingga kini (yang bersifat kontemporer dan sejarah) yang berhubungan dengan Papua. Proyek Papuaweb ini merupakan kerjasama antara Universitas Negeri Papua (UNIPA), Universitas Cenderawasih (UNCEN) dan Australian National University (ANU).

Dalam fase tiga tahun pertama, Papuaweb akan mengumpulkan sumber-sumber penelitian penting dalam berbagai bidang dan menyajikannya baik melalui website (www.papuaweb.org) maupun komponen yang berdiri sendiri yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti (pengguna) dengan akses Internet terbatas. Diharapkan fase pertama ini dapat memperlihatkan hasil yang nyata terutama kepada mitra proyek agar dapat menjamin keberlanjutan pendanaan proyek ini hingga periode akhir. Komponen-komponen inti website ini mencakup suatu bibliografi komprehensif berisi semua dokumentasi tentang Papua, bibliografi-bibliografi khusus beranotasi, dokumentasi-dokumentasi pemerintah yang penting, dan suatu kepustakaan yang berisi tesis, disertasi dan publikasi lain yang relevan dengan Papua dalam bentuk digital. Website ini juga akan membantu mengembangkan jaringan kerja para ahli/peneliti (mahasiswa) Papua (atau yang tertarik pada Papua) melalui pengiriman informasi secara berkala tentang proyek-proyek penelitian penting, konferensi akademik dan lokakarya yang relevan dengan penelitian mengenai Papua.

2.0 Latar Belakang

Bagi kebanyakan orang, Papua sering dianggap sebagai “negeri antah berantah” yang relatif sulit dijangkau. Meski demikian tempat ini amat dikenal oleh komunitas yang mendiaminya. Cukup banyak publikasi menyangkut Papua yang disimpan oleh instansi-instansi pemerintah dan dalam arsip-arsip pemerintah, di berbagai perpustakaan, museum-museum, baik dalam bentuk koleksi perseorangan maupun koleksi berbagai instansi di seluruh wilayah Papua, di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Walau demikian, sumber-sumber penelitian ini, termasuk para penulis dan penghimpun informasi tersebut relatif tidak mengenal satu sama lain, dan kurang dikenal oleh para peneliti Papua. Mereka juga hampir tidak dikenal oleh kebanyakan warga Papua yang sesungguhnya bisa memperoleh manfaat dari akses yang lebih baik ke sumber-sumber intelektual tersebut, dan dengan mengembalikan sebagian dari sumber-sumber tersebut ke Papua.

Sebagai lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Papua, Universitas Negeri Papua (UNIPA) dan Universitas Cenderawasih (UNCEN) memiliki peran penting dalam mendidik para peneliti Papua, bersama dengan sekolah-sekolah tinggi teknis, ekonomi dan sekolah-sekolah tinggi keagamaan yang semakin banyak bermunculan di berbagai penjuru Propinsi Lembaga-lembaga ini (Mereka) menyajikan berbagai pelatihan kejuruan dan akademik untuk tenaga kerja yang bakal terlibat dalam berbagai kegiatan bisnis, atau kegiatan di bidang pemerintahan dan pelayanan umum, termasuk mendidik kader-kader intelektual dan politik. Karenanya tidaklah berlebihan kiranya jika untuk membantu fungsi pelayanan pendidikan dan pelatihannya, institusi pendidikan tinggi ini membutuhkan dukungan sumberdaya yang memadai. Sampai saat ini, UNCEN dan UNIPA telah mengumpulkan berbagai informasi penelitian yang dihasilkan lewat kegiatan penelitian oleh staf akademik maupun lewat skripsi (thesis) mahasiswa yang merupakan persyaratan kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana. Sejak pendiriannya pada awal tahun 1960, mahasiswa dan staf akademik di Universitas Negeri Cenderawasih telah menghasilkan lebih dari 4500 skripsi (thesis) dan berbagai laporan penelitian di kampus Abepura. Sementara staf dan mahasiswa Universitas Papua di Manokwari (hingga akhir tahun 2001 masih merupakan kampus pertanian UNCEN) juga telah menghasilkan sekitar 1500 skripsi (thesis) dan laporan penelitian. Dokumen-dokumen ini sesungguhnya merupakan sumber informasi penting, namun pada kenyataanya dokumen ini hampir tidak dikenal di luar kedua Universitas tersebut. Lebih jauh lagi, dengan pengecualian terhadap koleksi skripsi (thesis) yang ada, koleksi informasi penelitian tentang Papua di kedua universitas ini sangat terbatas jumlahnya, dibanding ketersediaan informasi tersebut di tempat lainnya, baik di dalam maupun di luar Papua.

Australian National University di Canberra memiliki koleksi materi penelitian yang sangat komprehensif mencakup Indonesia, Papua New Guinea dan Papua (termasuk teks-teks dalam bahasa Belanda yang langka). Bersama dengan koleksi yang luar biasa banyaknya di National Library of Australia (Perpustakaan Nasional ini juga terletak di Canberra), menjadikan Canberra sebagai tempat dengan koleksi informasi Papua terlengkap di seluruh wilayah Asia Pasifik, selain wilayah Papua sendiri. Penggunaan katalog perpustakaan on-line untuk melacak informasi yang berhubungan dengan Papua menjadi langkah awal yang sangat baik bagi upaya penelusuran bibliografi secara menyeluruh. Koleksi itu sendiri juga merupakan sumber informasi penting bagi para peneliti di berbagai tempat dengan memanfaatkan teknologi World Wide Web (WWW). The Research School of Pacific and Asian Studies (RSPAS) di ANU memiliki sejarah kerjasama penelitian dengan UNCEN dan UNIPA, serta pengalaman yang kaya dalam hal kerjasama penelitian interdisiplin di Indonesia (contohnya proyek Indonesia http://economics.anu.edu.au/ip dan proyek Papua New Guinea Land Management http://rspas.anu.edu.au/lmp/index.html). Karenanya RSPAS ANU adalah lembaga yang tepat untuk bekerjasama dengan UNCEN dan UNIPA dalam pembuatan dan pemeliharaan website penelitian. RSPAS ANU bertekad untuk menyediakan bantuan teknis dan keahlian untuk mengembangkan website ini pada fase awal proyek. Untuk maksud tersebut , RSPAS ANU telah mengontrak domain dengan nama www.papuaweb.org selama dua tahun atas nama proyek Papuaweb UNIPA-ANU-UNCEN.

3.1 Visi dan Misi (sama dengan kata pengantar)

Visi Papuaweb adalah membangun sarana informasi dalam bentuk website open-access (terbuka untuk semua orang) yang menyediakan informasi penelitian dari berbagai aspek mengenai Papua. Untuk mengejawantahkan visi tersebut, Papuaweb mempunyai misi untuk melayani pelajar/mahasiswa, pendidik dan kelompok-kelompok peneliti, badan-badan pemerintah dan non-pemerintah, para pegiat kemanusiaan, para konsultan pembangunan, wartawan dan wirausahawan yang tertarik meneliti Papua, baik yang berdiam di Papua (Indonesia) maupun di luar Papua (Indonesia). Papuaweb akan mewujudkan dan melestarikan visi tersebut dengan menyajikan akses internet bebas untuk beragam informasi yang telah ada dan materi penelitian terbaru, oleh staf proyek yang dilatih di berbagai universitas di Papua untuk membuat dan memelihara muatan website, dan dengan mengembangkan komunitas peneliti-peneliti Papua melalui jaringan kerja berbasis elektronik.

Pernyataan visi dan misi di atas menjadi dasar bagi segala keputusan yang perlu diambil di masa datang menyangkut (tentang) cakupan proyek Papuaweb, termasuk pertimbangan penggunaan bahasa, desain website dan isinya, serta sejumlah hal yang berhubungan dengan administrasi, kebijakan dan hal-hal teknis.

3.2 Website dua bahasa

Untuk memenuhi kepentingan pengguna (para peneliti) di Papua dan Indonesia, sebagian besar site akan menggunakan Bahasa Indonesia. Sedangkan untuk melayani kepentingan pengguna (para peneliti) dari luar Indonesia (atau yang tidak/kurang memahami Bahasa Indonesia) yang tertarik dengan masalah Papua, site ini juga menyajikan pelayanan dalam bahasa Inggris. Kebutuhan akan dua bahasa menciptakan kesempatan untuk menerjemahkan dokumen-dokumen penting yang mungkin tidak dapat diakses para peneliti karena keterbatasan pemahaman bahasa. Keputusan membuat website ini menjadi website dua bahasa, berimplikasi terhadap peningkatan tugas-tugas penting yang dibutuhkan untuk membuat dan memelihara website, baik dalam menterjemahkan maupun kebutuhan untuk menciptakan duplikasi (mem-paralel-kan) website. Untuk itu harus ada komponen proyek (staf maupun bagian proyek) yang ditugaskan untuk menyajikan terjemahan dokumen-dokumen berkualitas tinggi untuk website. Pada mulanya hanya bagian-bagian penting dalam website yang akan disajikan baik dalam bahasa Inggris maupun Indonesia dan hampir keseluruhan dokumen dalam perpustakaan digital akan disajikan dalam bahasa asli (sesuai dengan materi asli). Staf Papuaweb akan menetapkan prioritas terjemahan berdasarkan rekomendasi mitra-mitra proyek. Jika Papuaweb tidak bisa menerjemahkan semua dokumen yang dimasukkkan ke dalam perpustakaan digital, maka akan dibuat ringkasan dalam dua bahasa (atau menyajikan terjemahan secara abstrak) untuk semua dokumen-dokumen seperti yang dimasukkan ke dalam sumber-sumber perpustakaan digital, untuk membantu para peneliti dalam menyeleksi dokumen-dokumen yang harus diterjemahkan. Papuaweb juga membutuhkan bantuan tenaga penerjemah yang berasal dari mitra proyek atau staf terlatih untuk menerjemahkan materi dari bahasa Belanda ke Bahasa Indonesia

3.3 Desain Website : Pertimbangan Praktis dan Kendala

Papuaweb akan didesain untuk memaksimalkan keabsahan informasinya, kemudahan menggunakan, kemudahan pemeliharaan, kecepatan pengiriman (transfer data) dan keterjangkauan (dapat dibaca oleh semua pemakai internet). Teknologi internet saat ini memungkinkan website untuk memuat berbagai unsur dari teks dasar, tabel dan gambar-gambar hingga animasi sederhana, audio dan video. Namun, kebanyakan bentuk naskah yang digunakan untuk website internet tidak menambah muatan penelitian dan bahkan menambah masalah teknis yang signifikan terhadap pemakai (terutama yang berada di Papua ) dan yang memelihara/mengurus website. Atas dasar pertimbangan ini, seleksi muatan pada fase pertama website ini akan dibatasi hanya pada materi-materi yang dalam prakteknya sering digunakan dan sangat dibutuhkan oleh peneliti Papua, serta dengan muatan multimedia yang terbatas Peralatan komputer, hubungan telepon dan akses ke pelayan penyajian internet penting dalam penggunaan internet, dan ini berhubungan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan oleh individu-individu dan institusi-institusi di Indonesia. Padahal hampir semua pelayanan internet hanya tersedia di pusat-pusat permukiman di kota. Sebagai akibatnya, hanya beberapa orang atau organisasi saja yang mampu membayar biaya (sewa) komputer, provider internet dan biaya telepon lokal (atau interlokal). Disamping itu, pelatihan komputer jarang dimasukkan dalam program pendidikan. Oleh karenanya, kebanyakan penduduk Papua tidak familiar dengan teknologi internet (termasuk kebanyakan mahasiswa). Sedangkan penyewaan internet saat ini telah tersebar diberbagai kota di Papua (, Biak, Manokwari, Sorong dan Timika semuanya memiliki pelayanan wasantara net). Penggunaan jasa internet di Papua dikenakan biaya sekitar Rp 10.000/jam atau $ 1/jam dan angka ini masih terasa mahal bagi sebagian besar pengguna internet. Koneksi yang lambat (terutama di Jayapura) merupakan hambatan lain dalam mengefektifkan penggunaan teknologi ini untuk tujuan penelitian pada umumnya. Tidak diketahui sampai kapan pelayanan wasantara ini akan dapat ditingkatkan. Wasantara kini menjadi satu-satunya provider internet di Papua. Oleh karena itu Papuaweb sangat mendukung rencana UNIPA dan UNCEN untuk menciptakan Lokal Area Network sendiri dan akhirnya akan memiliki server internet sendiri (lihat Bagian 9.0). Ini akan memberi kesempatan pada lembaga pendidikan tersebut untuk menjadi pengelola proyek Papuaweb ini di masa datang.

3.4 Unsur-Unsur yang Berdiri Sendiri

Karena terbatasnya akses internet di Papua, maka kebanyakan elemen-elemen dalam website ini akan didesain menjadi komponen yang berdiri sendiri (“Stand-alone”). Komponen-komponen ini nantinya dapat digunakan pada komputer tanpa hubungan internet aktif. Ini memberikan nilai khusus untuk bibliografi dan untuk sumber perpustakaan digital karena tidak membutuhkan waktu on-line untuk download. Komponen stand-alone disediakan bebas bagi mitra proyek dalam format CD ROM. Penjelasan di bagian berikut, hampir semuanya berkisar pada ketersediaan informasi dalam bentuk stand-alone.

4.0 Output: Muatan Papuaweb

Papuaweb akan tampil dengan muatan-muatan sebagai berikut:

4.1 Katalog dan Bibliografi

  • Bibliografi Utama (Papuabib). Bagian ini memuat bibliografi online yang berisi semua dokumen yang berhubungan dengan Papua. Bagian ini akan menjadi bahan utama untuk website dan memberikan kesempatan yang luas kepada peneliti untuk menyimak berbagai materi dalam beragam topik. Sumber ini akan memuat tinjauan dari para peneliti dan bibliografi beranotasi untuk judul-judul tertentu jika memungkinkan. Bibliografi disajikan pada website dan dapat dicari dengan menggunakan fasilitas pencarian untuk seluruh bagian katalog kunci (penulis, judul, kata kunci, dan sebagainya). Informasi ini disajikan pula dalam bentuk off-line (melalui CD ROM) untuk memenuhi kebutuhan berbagai perpustakaan di Papua, baik perpustakaan pada berbagai tingkat pendidikan maupun berbagai perpustakaan ORNOP (organisasi non-pemerintah) untuk memanfaatkan kemudahan dari sumber yang tersedia. Langkah ini sekaligus sebagai antisipasi untuk memudahkan berbagai organisasi yang ingin membuat katalog digital yang berhubungan dengan Papua. Bibliografi utama Papuaweb juga dapat digunakan sebagai program dasar untuk memperoleh dokumen dan berbagai publikasi yang lebih lengkap tentang Papua baik untuk UNIPA, UNCEN, ANU maupun perpustakaan lainnya.

  • Bibliografi Beranotasi. Bagian ini memuat serial bibliografi beranotasi yang ditulis oleh para peneliti yang berkecimpung dalam berbagai isu sosial dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan Papua. Hal ini akan membuka kesempatan bagi para pengguna website untuk lebih mengenal informasi menurut tema-tema khusus tanpa harus dijejali dengan cakupan bibliografi utama. Bagian ini juga menyediakan bahan-bahan pendidikan penting bagi mereka yang ingin meningkatkan pemahaman dalam konteks ilmu pengetahuan yang ditekuninya. Bibliografi ini akan mengikuti format yang sama dengan esai-esai beranotasi (annotated essays) seperti yang diuraikan Van Baal et al (1984), yang mendiskusikan isu lebih dalam dan memuat materi yang kontemporer.

  • Koleksi. Bagian ini memuat berbagai materi penelitian utama dan koleksi etnografi Papua yang disimpan oleh berbagai institusi di seluruh dunia. Hal ini mencakup ringkasan dari arsip-arsip koleksi perpustakaan dan museum serta berbagai koleksi pribadi. Sumber informasi ini merupakan kekayaan yang tak ternilai bagi peneliti-peneliti Papua yang hingga kini memiliki informasi yang sangat terbatas tentang materi-materi tulisan atau koleksi informasi Papua pada masa awal eksplorasi dan ekspedisi (penjelajahan) orang-orang Eropa, pada masa Pemerintah Belanda dan Pemerintah Indonesia, serta berbagai koleksi pribadi dan koleksi berbagai institusi, termasuk institusi penelitian di seluruh dunia.

  • Papua www virtual library (papua www.vl) Daftar link yang berhubungan dengan Papua akan dikumpulkan dalam bagian ini dan akan memuat panduan penting untuk melacak sumber-sumber lainnya mengenai Papua di WWW. Bagian ini juga akan tersedia baik dalam bentuk daftar (sama dengan http://papua.pagina.nl) maupun dalam bentuk catatan bibliografi yang menyajikan konteks utama untuk jaringan ini dan menjadikan papua www-vl tidak ternilai harganya terutama bagi peneliti yang tidak punya banyak waktu untuk mencari di internet. Saat ini daftar link tersebut baru mencapai beberapa ratus site namun secara berkala akan terus diperbaharui dengan melihat kerelevanannya.

4.2 Informasi Latar Belakang Papua

  • Lembaran fakta Papua. Informasi dasar dan dokumentasi utama tentang Papua yang menyangkut bidang geografi, ekonomi, demografi, sejarah, kesehatan, pertanian subsisten dan komersil, managemen sumberdaya alam, linguistik dan etnografi. Informasi ini akan memasukkan publikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS).

  • Dokumentasi pemerintah. Bagian ini akan memasukkan dokumen-dokumen penting dari pemerintah Indonesia yang berhubungan dengan Papua termasuk Konstitusi Indonesia, dan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua. Pada bagian ini juga akan dimasukkan informasi tentang struktur pemerintahan di Papua dan Indonesia, serta berbagai perjanjian-perjanjian internasional (pemerintahan) mengenai Papua sebagai landasan hukum yang mengikat Papua sebagai salah satu propinsi di Indonesia. Halaman web ini juga akan menyediakan akses yang mudah untuk dokumentasi menyangkut berbagai pertanggungjawaban dan fungsi pemerintah serta sistem peradilan di Papua yang sulit ditemukan dan memakan waktu untuk mendapatkannya. Jika dianggap layak, bagian ini akan dilengkapi pula dengan analisis dan anotasi terhadap dokumen yang ditampilkan.

  • Direktori pemerintah Propinsi. Bagian ini memuat kegiatan-kegiatan dan struktur pemerintah (birokrasi sipil dan militer) di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota, dan Distrik (dahulu Kecamatan)serta dimuat pula daftar nama para pejabat. Adanya informasi seperti ini akan membantu menjelaskan kompleksitas hubungan kerja dan interelasi berbagai institusi pemerintah dan perubahan-perubahan yang terjadi akibat penerapan Undang-undang Otonomi Khusus Propinsi Papua.

  • Kronologi. Kronologi terinci tentang berbagai peristiwa penting yang terjadi di (atau yang berhubungan dengan) Papua akan diuraikan di Website ini. Bagian ini akan merupakan rangkuman dari sejumlah catatan dan data-data kronologis yang diperoleh dari berbagai tulisan tentang Papua. Bagian ini disajikan baik dalam bentuk menguraikan secara keseluruhan kronologi peristiwa penting di (atau yang menyangkut) Papua, dan juga dapat ditelusuri dengan menggunakan kata-kata kunci (seperti kebijaksanaan pemerintah, pengungsi, dan sebagainya). Pengguna dapat mengekstrak kronologis tematik yang sesuai dengan kebutuhannya dari database kronologi Papuaweb.

  • Apa dan siapa (Who's who). Tampilan dari Papuaweb site ini akan menyajikan daftar dari orang-orang maupun institusi-institusi penting dalam alur sejarah Papua baik pada masa lampau maupun masa sekarang. Apa dan Siapa (Who`s who) akan disajikan dalam format yang sama dengan penulisan profil orang-orang terkenal dalam Mingguan TIFA Papua, dan bahkan menyajikan arsip-arsip TIFA Papua dengan sebelumnya memperoleh persetujuan dari mingguan tersebut.

  • Masyarakat Sipil. Papuaweb akan menyajikan daftar beberapa organisasi non-pemerintah (ORNOP) yang diketahui, termasuk ringkasan aktivitas dan alamat mereka. Kolom ini akan merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi ORNOP yang bermaksud memperkokoh keberadaannya dengan berbagai institusi donor baik dari dalam maupun luar negeri dan sebaliknya juga merupakan informasi penting bagi agen-agen donor untuk menemukan mitra kerja ORNOP di Papua.

  • Organisasi Keagamaan. Gereja dan berbagai misi memainkan peranan utama dalam kehidupan masyarakat perkotaan dan pedesaan Papua, namun hanya sedikit informasi yang tersedia menyangkut berbagai jenis gereja dan berbagai organisasi misionari yang berada di Papua. Lebih sedikit lagi adalah dokumentasi materi tentang agama lain di Papua, termasuk berbagai lembaga Islam atau aliran kepercayaan (kepercayaan tradisional) di wilayah tersebut. Kolom web ini akan membantu menyediakan beberapa informasi mendasar tentang kelompok agama dan sub-kelompoknya.

  • Bisnis. Bagi mereka yang ingin mengunjungi Papua adalah sangat sulit untuk memperoleh informasi tentang kegiatan bisnis (bidang usaha) yang terdapat di Propinsi ini. Bidang usaha memainkan peranan penting dalam pemerintahan di Papua dan kegiatan ini menyediakan barang dan jasa yang penting bagi kehidupan masyarakat daerah perkotaan. Karena alasan tersebut, pada bagian ini akan disajikan gambaran secara detail tentang jenis-jenis usaha di Papua seperti hotel, agen perjalanan, pemasok komputer dan peralatan kantor, layanan pengangkutan dan lain sebagainya.

4.3 Jaringan Penelitian

  • Konferensi, Seminar dan Workshop/Lokakarya. Bagian ini akan menyajikan secara detail konferensi yang baru dan akan diadakan, seminar-seminar dan lokakarya tentang berbagai penelitian yang menyangkut Papua. Jika memungkinkan disajikan follow-up hasil-hasil dokumentasi dan laporan penelitian kegiatan tersebut. Komponen Papuaweb ini juga diharapkan akan dapat mengkoordinir organisasi-organisasi dan penyebaran informasi tentang konferensi/lokakarya yang berhubungan dengan Papua.

  • Forum Peneliti. Sementara telah ada beberapa milis berita yang secara teratur menyajikan berita terbaru tentang Papua untuk melayani kebutuhan berbagai aktivis dan peneliti (seperti Kabar-Irian), namun belum ada aktifitas serupa untuk melayani komunitas peneliti Papua secara umum. Bagian ini menawarkan forum diskusi ilmiah bagi proyek-proyek penelitian yang sedang ditangani di (atau yang menyangkut) Papua dengan tujuan membantu memfasilitasi kerjasama antara peneliti-peneliti di dalam dan di luar Papua. Papuaweb telah mendaftar ratusan peneliti-peneliti Indonesia dan luar negeri yang tertarik dengan isu seputar Papua dan catatan ini akan merupakan dasar untuk membuka pendaftaran peneliti yang tertarik dengan masalah Papua, yang bakal dikelola oleh UNCEN dan UNIPA. Daftar ini juga akan membantu pihak universitas untuk membangun jaringan kerja bagi proyek-proyek penelitian tertentu.

4.4 Perpustakaan Digital

  • Disertasi Online. Pembuatan perpustakaan digital Papua adalah hal yang paling menarik dalam proyek ini. Namun dalam fase pertama Papuaweb akan dibatasi pada publikasi online penelitian terbaru tentang Papua. Papuaweb juga telah membuat komitmen dengan beberapa sarjana Papua untuk mempublikasikan tesis atau disertasi mereka dalam versi elektronik di Papuaweb. Karena persoalan hak cipta (copyright) berbeda antara tesis dan disertasi, seperti perbedaan antara buku dan artikel, otorisasi mereproduksi tesis dan disertasi on-line umumnya tidak serumit buku atau artikel cetak lainnya di internet. Papuaweb akan menyeleksi secara cermat tesis dan disertasi yang dihasilkan oleh peneliti Papua dan luar negeri dalam pencantumannya di perpustakaan elektronik ini. Semua materi tesis dalam perpustakaan digital ini akan dimasukkan ke dalam format PDF (untuk memudahkan membaca, namun agak sulit untuk dikopikan ke dokumen word processing). Karena ukuran file PDF tergolong besar, komponen ini juga dapat dimasukkan ke dalam CD ROM bagi mitra Papuaweb dan peneliti-peneliti yang tertarik dengan format CD ini.

  • Jurnal Online. UNIPA menghasilkan tiga jurnal utama dan UNCEN baru-baru ini merekomendasikan penerbitan Bulletin Irian, yaitu sebuah jurnal pengetahuan sosial. Karena kesulitan dalam penerbitan dan pendistribusian jurnal ini secara internasional, maka diusulkan untuk membuat versi online. Ini masih dalam pertimbangan dan sepenuhnya keputusan ini diserahkan kepada penentu kebijakan di UNIPA dan UNCEN. Papuaweb juga akan meningkatkan jumlah terbitan yang digunakan atau akses artikel tentang Papua yang diterbitkan di jurnal akademi lain. Lebih jauh lagi proyek ini akan merundingkan dengan mitra-mitra proyek Papua untuk melihat kemungkinan mengakses jurnal kemanusiaan online melalui pelayanan seperti Eprint (artikel yang sedang di print di www.eprint.org, JSTOR (www.jstor.org), proyek Muse (www.muse.jhu.edu) dan jurnal-jurnal pengetahuan online lainnya seperti Elsevier`s Sciencedirect (www.sciencedirect.com), Wiley Interscience (www.interscience.wiley.com) serta lainnya.

  • Penerbitan Papuaweb. Papuaweb menyediakan sebuah forum untuk publikasi online artikel-artikel ilmiah yang akan mengikuti proses peer-review. Rencana ini akan dimatangkan dalam forum diskusi di Papuaweb. Model ini merupakan pendekatan yang relatif baru bagi publikasi ilmiah, namun cara ini memiliki peluang untuk meningkatkan jumlah audiens yang berminta terhadap artikel-artikel ilmiah tentang Papua dan meningkatkan kecepatan penerbitan publikasi (beberapa jurnal akademis kadang membutuhkan waktu lebih dari 2 tahun untuk dapat menerbitkan satu artikel). Distribusi yang lebih luas dan penerbitan yang cepat dapat membantu penyebaran informasi penelitian ke masyarakat luas (pendekatan ini telah dibuktikan oleh pelayanan seperti Eprint di www.eprints.org).

  • Kamus Online. Papuaweb juga akan menyajikan kamus Indonesia-Inggris online yang dapat didownload pemakainya di Papua atau dimana saja. Hal ini diharapkan membantu mahasiswa dan peneliti dalam menterjemahkan artikel ke dalam bahasa yang dipahaminya.

  • Arsip Gambar. Papuaweb juga akan memuat koleksi berbagai foto dan gambar yang merupakan bagian menarik bagi para pengguna website ini dengan koneksi internet yang cepat. Bagian ini juga memuat keterangan foto yang akan memberikan kesempatan pada mahasiswa dan peneliti untuk membuat perjalanan “virtual“ ke berbagai penjuru wilayah Papua. Program ini juga akan diedarkan sebagai komponen yang berdiri sendiri (stand-alone component) bagi para peneliti di Papuaweb network.

  • Arsip Peta. Papuaweb juga akan menyediakan arsip peta untuk digunakan oleh para peneliti. Peta yang dimuat meliputi peta-peta sejak ekspedisi awal ke Papua, pola permukiman, kota dan landasan pesawat terbang, topografi, geografi dan peta iklim, taman-taman nasional, areal konsesi sumberdaya alam dan peta sumber daya laut serta kondisi geografi sumber-sumber daya lainnya yang diminati para peneliti. Program ini juga akan menyajikan peta buta bagi siswa, untuk membantu tugas pengajaran dan penelitian. Kolom peta ini akan diisi dengan mengumpulkan semua koleksi peta Papua yang ada di tiga universitas (UNIPA, ANU, UNCEN) dan di masa datang berkemungkinan melibatkan institusi lainnya seperti Bappeda, Dinas Kehutanan, WWF dan sumber-sumber lain-lain yang memiliki koleksi peta Papua yang lebih lengkap.

  • Publikasi Lainnya. Papuaweb akan mendukung dan mendorong proyek-proyek serupa yang bermaksud mendigitalkan dan menyimpan secara elektronik publikasi lain yang diterbitkan di Papua, termasuk surat kabar mingguan TIFA (dan atau surat kabar mingguan yang baru lainnya, seperti JUBI), Kabar dari Kampung terbitan Yayasan Pengembangan Masyarakat Desa (YPMD), dan sumber-sumber lainnya.

4.5 Papuaweb dan Institusi Pelaksana

  • Proyek Papuaweb. Kolom ini akan menjelaskan alasan membuat Papuaweb beserta visi dan misinya serta penjelasandetail lainnya seputar proyek dan komponen penyusunnya. Kolom ini juga akan menjelaskan proses pengambilan keputusan baik keputusan teknis maupun politis yang dilakukan oleh universitas atas nama Proyek Papuaweb dan menyajikan pembukuan terbuka bagi pengeluaran (belanja) proyek. Adalah sangat penting untuk menjaga transparansi manajemen website ini untuk menjamin keberlanjutan dana proyek di masa depan.

  • Universitas Negeri Papua. Saat ini UNIPA tidak memiliki website resmi, walaupun alamat lengkap universitas dapat ditemukan di : (http://webserver.rad.net.id/Hi-Ed-Net/uncen-m-htm) dan website tidak resmi yang dibuat mantan mahasiswa (www.personal.une.edu.au/-awidodo/uncen). Staf Papuaweb akan membantu UNIPA membangun website resmi guna memenuhi kebutuhan universitas dalam tempo enam bulan pertama proyek. Saat ini universitas tidak memiliki kapasitas teknis untuk memiliki website dan wasantara net yang beroperasi lokal tidak memiliki alamat IP yang jelas, sehingga website UNIPA hanya bisa di kelola dengan menggunakan komputer dari luar Manokwari. Salah satu keinginan mitra proyek Papuaweb bahwa komputer di UNIPA dapat di review awal tahun 2002 dan dikembangkan dengan tujuan membuat Local Area Network (LAN) seputar Kampus Amban sesegera mungkin. Sambil menunggu hingga proses ini selesai, ANU akan mengelola (host) website atas nama UNIPA yang muatannya dibuat oleh staf-staf UNIPA bersama dengan staf-staf Papuaweb.

  • Universitas Negeri Cenderawasih. UNCEN saat ini hanya memiliki peninggalan dari network pendidikan (http://webserver.rad.net.id/Hi-Ed-Net/uncen-j.htm). Keinginan Papuaweb dalam waktu hingga akhir 2002, akan ada staf proyek Papuaweb UNCEN yang dapat dilatih bersama dengan staf Papuaweb UNIPA untuk membuat website yang melayani kebutuhan UNCEN. Saat ini UNCEN tidak memiliki kapasitas teknis untuk mengelola website, walaupun wasantara net lokal di Jayapura mampu melakukannya dan mereka memiliki alamat IP internet yang valid. Sayangnya, pelayanan wasantara net di Jayapura sangat lambat dan merupakan kendala teknis utama yang seharusnya akan semakin baik di tahun 2002. Sampai proses ini selesai, ANU akan mengelola website untuk kepentingan UNCEN, yang dibuat bersama oleh pegawai UNCEN dan staf Papuaweb.

  • Australian National University. RSPAS, ANU diasumsikan memiliki tanggung jawab mengelola jaringan Papuaweb di network komputer ANU dan siap menyediakan bantuan teknis serta akan mencari sumber pendanaan yang tepat untuk membiayai maksud ini. Sebagai mitra proyek, RSPAS akan mencari biaya pengelolaan sendiri yang dimasukkan dalam anggaran universitas bersamaan dengan itu, akan mendukung usulan pendanaan bagi kegiatan penelitian, peralatan kantor, penyediaan staf proyek baik di UNIPA dan UNCEN. ANU adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan jaringan Papuaweb karena telah berpengalaman mengelola berbagai website penelitian dengan bidang kajian tertentu dan berbagai perpustakaan virtual. ANU juga memiliki sebuah website resmi yang komprehensif (www.anu.edu.au).


  © Copyright UNIPA - ANU - UNCEN PapuaWeb Project, 2002-2004.

honai/home page