SAMBUTAN GUBERNUR PROPINSI PAPUA PADA UPACARA

DIES NATALIS PERTAMA DAN WISUDA LULUSAN PROGRAM SARJANA DAN PROGRAM DIPLOMA UNIVERSITAS NEGERI PAPUA

SEMESTER GASAL 2001/2002 TANGGAL 3 NOPEMBER 2001


Yth. Saudara Rektor dan Anggota Senat Universitas Negeri Papua;

Yth. Saudara Rektor Universitas NEGERI PAPUA;

Yth. Saudara Bupati Kabupaten Manokwari dan anggota Muspida Kabupaten Manokwari;

Yth. Para pimpinan dinas dan jawatan pemerintah Kabupaten Manokwari dan para Undangan;

Yth. Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan;

Yang berbahagia para wisudawan, orang tua dan anggota keluarga lainnya;

Saudara-saudara dosen, karyawan, dan mahasiswa Unipa yang saya banggakan;


Hadirin yang saya muliakan,

Pertama-tama pada kesempatan yang sangat membahagiakan hati kita semua ini, saya mengajak kita untuk mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas kasih-Nya kita semua bisa berkumpul di gedung ini untuk menyaksikan peristiwa yang penuh kebahagiaan ini. Peristiwa bahagia ini tidak saja milik para wisudawan yang telah mencapai keberhasilan setelah menempuh perjalanan panjang yang penuh dengan suka dan duka. Peristiwa bahagia ini tidak saja milik para orang tua dan handai tolan, yang hari ini dengan penuh kebanggaan bisa menyaksikan anak dan kerabatnya mencapai prestasi yang begini tinggi. Peristiwa bahagia ini tidak saja milik Unipa yang untuk pertama kali dapat mewisuda para lulusannya sebagai suatu universitas mandiri.

Lebih dari itu, peristiwa ini juga merupakan kebahagiaan seluruh rakyat Provinsi Papua. Hari ini kita bisa menyaksikan bersama-sama sejumlah putra dan putri terbaik dari Tanah ini merampungkan suatu perjuangan panjang dalam menempuh pendidikan di suatu perguruan tinggi milik kita sendiri, Universitas Negeri Papua. Rakyat dan Pemerintah Provinsi Papua pantas berbahagia dan berbangga hati, karena putra-putri terbaiknya itu akan segera bergabung dan bergandengan tangan dengan seluruh komponen masyarakat Papua untuk bekerja keras, bahu membahu, meninggalkan keterbelakangan, dan mengejar keberhasilan serta masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Provinsi Papua. Untuk itu, hari ini kita patut mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah sumber segala hikmat dan ilmu pengetahuan.

Hadirin yang saya muliakan,

Kita semuanya memahami, bahwa ketersediaan sumberdaya manusia Papua yang handal, baik dari segi jumlah maupun mutu, adalah salah satu tantangan terbesar yang sementara kita hadapi sekarang. Bagaimana posisi masyarakat dan Provinsi Papua dalam duapuluh lima sampai lima puluh tahun mendatang di tingkat nasional bahkan internasional ditentukan oleh sejauh mana kita mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Papua hari ini.

Sumberdaya Manusia Papua yang handal di masa mendatang itu kita bayangkan sebagai rakyat Papua yang sehat, cerdas, inovatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu memanfaatkan sumberdaya alam dan sumberdaya lainnya secara bijaksana, serta jeli melihat peluang dan merebut berbagai kesempatan sosial-ekonomi yang tersedia. Sumberdaya Manusia Papua yang kita cita-citakan itu haruslah teguh iman dan moralnya, demokratis, toleran, patuh pada hukum, bangga akan kebudayaan dan jati dirinya sebagai orang Papua, dan menjadi pelaku-pelaku pembangunan yang disegani dan diteladani di dalam negara kesatuan Republik Indonesia, maupun masyarakat dunia pada umumnya.

Saudara-saudara tentu sepakat dengan saya, bahwa mencapai Sumberdaya Manusia Papua seperti yang kita cita-citakan itu bukan perkara gampang yang bisa diselesaikan dalam satu-dua hari. Sebaliknya, kita harus berupaya secara serius, terus menerus, tanpa henti dan tidak mengenal lelah. Pendidikan, termasuk pendidikan tinggi, merupakan salah satu jalan yang harus kita perkuat demi mencapai cita-cita itu, di samping memperkuat bidang-bidang lain seperti perbaikan pelayanan kesehatan, pelatihan ketrampilan kerja, peningkatan akhlak, moral dan iman-percaya kepada Tuhan yang Maha Esa, peningkatan demokrasi dan penghormatan akan Hak Asasi Manusia dan hukum, serta hal-hal strategis lainnya.

Dalam kaitan itu, saya ingin mengulang dan menegaskan kembali penyampaian saya dalam Pidato saya ketika Universitas Negeri Papua diresmikan beberapa waktu lalu. Saya menyatakan waktu itu, bahwa Pemerintah Provinsi Papua, dan sudah barang tentu termasuk di dalamnya pemerintah kabupaten dan kota se Provinsi Papua, memiliki komitmen yang kukuh bagi peningkatan mutu pendidikan di provinsi ini. Apalagi Undang-undang Otonomi Khusus Provinsi Papua yang kita perjuangkan, dan yang telah disahkan oleh DPR Rl beberapa waktu lalu, memberikan penegasan secara khusus mengenai hal ini.

Pasal 56 ayat (1) Undang-undang Otonomi Khusus Provinsi Papua menegaskan bahwa "... Pemerintah Provinsi bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan pendidikan pada semua jenjang, jalur, dan jenis pendidikan di Provinsi Papua ... ". Selain itu ditegaskan pula dalam ayat (3) pasal yang sama, bahwa "... Setiap pendudak Provinsi Papua berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan tingkat sekolah menengah dengan beban masyarakat serendah- rendahnya ... ". Bahkan, dalam Pasal 34 ayat 3 huruf e, yaitu salah satu pasal mengenai keuangan, Undang-undang Otonomi Khusus Provinsi Papua mengatur bahwa, "... Penerimaan khusus dalam rangka pelaksanaan Otonomi Khusus yang besarnya setara dengan 2% (dua persen) dari plafon Dana Alokasi Umum Nasional, terutama ditujukan untuk pembiayaan pendidikan dan kesehatan ... ". Khusus mengenai pemanfaatan terhadap perolehan keuangan dari eksploitasi pertambangan minyak bumi dan gas alam diatur sebagai berikut dalam Pasal 36 bahwa "... Sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) penerimaan dari sumber-sumber tersebut dialokasikan untuk biaya pendidikan ... ".

Rektor dan Senat Unipa, serta Hadirin yang saya muliakan,

Saya sengaja mengutip beberapa pokok Undang-undang Otonomi Khusus Provinsi Papua, khususnya bidang Pendidikan, dalam kesempatan yang berharga ini, untuk menegaskan kepada kita semua bahwa penyelenggaraan pendidikan yang bermutu di Provinsi Papua, yang mencakup semua jenjang dan jenis pendidikan, adalah suatu keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kita sekarang berada dalam suatu era yang sama sekali baru. Atas berkat dan kasih Tuhan, di masa mendatang pendanaan pendidikan bukan lagi merupakan masalah yang pelik seperti di waktu-waktu lalu. Undang-undang Otonomi Khusus Provinsi Papua mengatur dengan tegas mengenai hal itu. Sekarang, semua terpulang kepada kita semua, bagaimana cita-cita luhur itu, yaitu pendidikan yang bermutu dengan biaya di pihak rakyat yang semurah-murahnya, bisa kita realisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama secara merata di seluruh pelosok Provinsi Papua.

Dalam kaitan itulah, melalui mimbar ini saya ingin mendorong semua pihak yang bertanggung jawab bagi penyelenggaraan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada seluruh rakyat Provinsi Papua untuk lebih memahami mengenai beratnya, dan sekaligus luhurnya, tanggung jawab yang Saudara-saudara emban. Saudara-saudara yang bekerja sebagai Guru Taman Kanak-kanak, Guru SD, Guru pendidikan menengah umum dan kejuruan, sampai pada para dosen dan Guru Besar di Pendidikan Tinggi, di pundak Saudara-saudaralah sebagian besar beban itu diletakkan. Tugas dan tanggung jawab saya selaku Gubernur, dan seluruh birokrasi pemerintahan yang terkait dari tingkat Provinsi sampai Kabupaten dan Kota di seluruh Provinsi Papua, adalah memastikan bahwa semua sumberdaya yang diperlukan bisa tersedia secara memadai sehingga Saudara-saudara bisa bekerja dengan baik. Kita semua bertanggungjawab agar amanat Undang-undang Otonomi Khusus Provinsi Papua, sebagaimana yang telah kita dengar bersama tadi, yang sesungguhnya adalah amanat seluruh rakyat Papua, dapat kita laksanakan dengan baik.

Rektor dan Senat Unipa, dan hadirin yang saya muliakan,

Dalam perayaan Dies Natalis pertama dan Wisuda Lulusan Unipa pada hari ini kiranya tidak berlebihan apabila saya menegaskan sekali lagi harapan saya dan seluruh jajaran pemerintahan Provinsi Papua, bahkan seluruh rakyat Papua, tentang pentingnya Universitas Negeri Papua untuk terus mengembangkan diri. Kita semua berharap, bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama Unipa yang menjadi kebanggaan bersama kita ini dapat menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dan kepakaran yang disegani di Indonesia, bahkan di kawasan Pasifik. Saya percaya, bahwa Unipa akan terus memberikan kontribusinya untuk menunjang keberhasilan pembangunan, terutama dalam bidang-bidang keilmuan yang telah tercantum dalam visi Unipa, yaitu dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berbasis pertanian, sumberdaya alam dan ekonomi serta sosial, dengan mengangkat nilai budaya masyarakat Papua yang berasaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari segi usia, memang Unipa masih sangat muda, yaitu baru setahun. Tetapi, sebagai bagian dari suatu komunitas ilmiah yang dimiliki dan dibanggakan oleh rakyat dan pemerintah Provinsi Papua, sivitas akademika Unipa telah berperan sejak lama, yaitu ketika masih menjadi Kampus Universitas NEGERI PAPUA di Manokwari. Karena itulah, saya percaya, bahwa Unipa akan terus menjadi pelopor penting dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu di Provinsi Papua. Saya percaya, Unipa akan terus konsisten dengan moto yang telah diadopsinya, yaitu "Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan". Moto ini akan terus memacu sivitas akademika Unipa untuk terus menerus mencari relevansi antara ilmu pengetahuan yang dikembangkan dengan masalah-masalah kemanusiaan yang nyata dihadapi oleh rakyat setiap hari, terutama rakyat di Provinsi Papua. Saya percaya moto ini akan terus memfokuskan perhatian seluruh sivitas akademika Unipa di waktu-waktu mendatang untuk bersama-sama dengan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat Provinsi Papua memberikan perhatian yang serius terhadap masalah-masalah kemanusiaan di Provinsi yang kita cintai ini, seperti ketertinggalan, kebodohan, kemiskinan, keterisolasian, penegakan hukum dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.

Unipa yang handal, Unipa yang kukuh berpegang pada integritas keilmuannya, dan Unipa yang berpihak kepada nilai-nilai kemanusiaan universal dan kesejahteraan rakyat Provinsi Papua, adalah Unipa yang menjadi cita-cita dan kebanggaan kita semua. Unipa seperti itu, saya percaya, akan terus menjadi mitra utama Pemerintah dan rakyat Provinsi Papua untuk menemukan jawaban-jawaban terhadap masalah-masalah kunci sebagamiana yang pernah saya kernukakan dalam Pidato saya pada Persemian Unipa, tanggal 28 Juli 2001 lalu, di antaranya:

  • Bagaimana kita mengelola sumberdaya alam kita secara lestari, terutama sumberdaya alam yang terbaharukan seperti kehutanan dan perikanan laut, sehingga tidak saja generasi sekarang dapat memperoleh manfaat sosial ekonomi sebesar-besarnya, tetapi juga anak cucu kita di masa depan;
  • Bagaimana kita menjamin agar hak-hak adat masyarakat asli Papua terhadap tanah dan air serta sumberdaya yang terkandung di dalamnya tidak hilang karena kegiatan pembangunan, tetapi sebaliknya bisa tetap lestari, dan dihargai secara proporsional dan manusiawi;
  • Bagaimana agar upaya kita untuk memberdayakan dan melindungi hak-hak rakyat kita justru menjadi alat yang ampuh untuk mengembangkan suasana yang kondusif bagi investasi ekonomi yang dilakukan oleh pihak luar di daerah kita;
  • Bagaimana agar rakyat Papua, terutama penduduk aslinya, dapat terlibat secara substansial dalam pengelolaan sumberdaya alam tersebut, tidak lagi sekedar sebagai penonton atau pemain pinggiran, tetapi sebagai pengelola yang memungkinkan mereka memperoleh manfaat sosial ekonomi yang sebesar-besarnya;
  • Komoditas pertanian apa saja yang perlu kita kembangkan, dan metoda apa yang harus digunakan di dalam pengembangan tersebut, sehingga sebanyak mungkin masyarakat kita mampu mengusahakan komoditas-komoditas dimaksud dalam jumlah, mutu dan kontinuitas yang memadai dengan harga bersaing, dan kemudian dapat dijual di pasar internasional;
  • Bagaimana kita bisa mulai meletakkan dasar-dasar pembangunan industri di Tanah Papua, baik industri hulu maupun industri hilir, dalam rangka mengolah hasil-hasil sumberdaya alam kita menjadi bahan setengah jadi dan bahan jadi untuk meningkatkan nilai tambah produk-produk tersebut dan penciptaan lapangan kerja.

Disahkannya Undang-Undang Otonomi Khusus Provinsi Papua oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada tanggal 22 Oktober 2001 yang lalu telah memberikan kepada kita dasar-dasar untuk mendisain program-program pembangunan dalam rangka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya kemukakan tadi. Konsep-konsep seperti equity participation bagi masyarakat adat Papua, pembangunan yang berkelanjutan, perlindungan hak-hak penduduk asli, pengolahan lanjutan eksploitasi sumberdaya alam di Provinsi Papua, peradilan adat, adalah beberapa kata kunci dalam Undang-Undang kita itu. Karena itu, saya memohon bantuan Rektor dan seluruh sivitas akademika Unipa untuk dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat menghasilkan gagasan-gagasan konkrit, komprehensif dan sistematis terhadap masalah-masalah yang saya kemukakan tadi, dalam rangka menindaklanjuti aspek-aspek tertentu yang terkandung dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Provinsi Papua yang berada dalam cakupan bidang keahlian yang dikembangkan di Unipa.

Kepada Saudara-saudara wisudawan dan wisudawati beserta seluruh keluarga dan handai tolan yang berbahagia hari ini, sekali lagi saya mengucapkan "Selamat Berbahagia". Saudara-saudara sekarang memasuki tahapan baru dalana perjalanan hidup Saudara. Di dalam perspektif kependudukan di Provinsi Papua, Saudara-saudara adalah bagian dari puncak piramida. Saudara- saudara adalah bagian dari 2 person penduduk Provinsi Papua yang berhasil mengenyam bangku pendidikan tinggi. Masih 98 persen penduduk Provinsi Papua yang tidak memperoleh keistimewaan ini. Bahkan, masih banyak saudara-saudara kita di Provinsi ini yang masih buta huruf. Itu tidak berarti bahwa mereka bodoh dan kemampuannya lebih rendah dari kita. Yang menjadi perbedaan hanyalah satu: yaitu, bahwa mereka belum mempunyai kesempatan, sementara kita semua diberikan karunia oleh Tuhan untuk mengenyam pendidikan sampai di bangku Perguruan Tinggi.

Karena itu, sementara kita semua bergembira bersama hari ini, hendaknya kita jangan lupa, bahwa menjadi lulusan perguruan tinggi di Papua sesungguhnya membawa tanggung jawab moral yang maha berat. Sebagai bagian dari elite berpendidikan tinggi, termasuk Saudara-saudara yang diwisuda hari ini, kita dituntut untuk memberikan yang terbaik bagi kemanusiaan dan rakyat kita. Prestasi dan perilaku Sarjana-Sarjana Papua haruslah lebih bermutu dan lebih berpihak kepada rakyat dibandingkan oleh masyarakat kebanyakan. Oleh sebab itu, saya meminta Saudara-saudara wisudawan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri. Belajar di pendidikan formal mungkin sudah selesai, tetapi belajar dari lingkungan dan masyarakat kita baru saja Saudara-saudara mulai. Jangan pernah berhenti belajar dan berbuat yang terbaik bagi masyarakat kita.

Demikian Sambutan saya dalam perayaan Dies Natalis Pertama dan Wisuda Lulusan Universitas Negeri Papua Manokwari. Sekali lagi, atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh rakyat Papua saya mengucapkan "Selamat Panjang Umur" kepada Unipa dan "Selamat Berbahagia" kepada lulusan-lulusannya yang diwisuda hari ini.

Kiranya Tuhan yang Maha Baik selalu menyertai kita semua dalam setiap langkah hidup kita, dalam setiap upaya kita melayani-Nya dan melayani masyarakat kita. Sekian dan banyak terimakasih.

Manokwari. 3 November 2001

Gubernur Provinsi Papua,

Drs. J.P. Solossa, M.Si.


  © Copyright UNIPA - ANU - UNCEN PapuaWeb Project, 2002-2004.

honai/home page
honai/home page
Papuaweb